Harga Emas di Banda Aceh Mulai Turun
Banda Aceh - Harga emas murni di Banda Aceh berangsur turun setelah sempat menyentuh angka Rp4 juta per mayam. Hari ini, emas murni kadar 99 persen turun ke angka Rp 3.850.000 per mayam (3,33 gram), belum termasuk ongkos pembuatan.
Pedagang emas di Pasar Aceh, Daffa, mengatakan ongkos pembuatan perhiasan berkisar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, tergantung model pembuatannya.
“Kemarin Rp 3.870.000, hari ini turun Rp20 ribu,” kata Daffa.
Penurunan harga emas yang terjadi dalam dua pekan terakhir terjadi karena bank sentral Amerika baru memulai pertemuan dengan pasar terbuka untuk membahas suku bunga.
“Kalau suku bunganya mereka turunkan, kemungkinan besar harga emas kembali naik, karena biasanya para investor buru emas,” ujarnya.
Untuk harga emas Antam juga ikut turun, hari ini dijual Rp 1.340.000 per gram. Emas 16 karat Rp 1.150.000 per gram, dan emas putih 17 karat Rp 1.300.000 satu gramnya.
Daffa menyebutkan jumlah pembeli emas menurun jika dibandingkan saat harga tinggi beberapa waktu lalu. Dia mengatakan saat ini rata-rata ekonomi masyarakat Aceh sedang terpuruk, dimana harga sembako juga ikut-ikutan naik.
“Masyarakat tidak memandang harga lagi, bukan emas turun ramai-ramai beli emas dan waktu naik dijual, sekarang enggak bisa kita prediksi lagi, ini pas turun malah sepi,” pungkasnya.
Editor: Boy Nashruddin