Gadis Bener Meriah Ditemukan Tergantung di Pintu Kamar Mandi

Gadis Bener Meriah Ditemukan Tergantung di Pintu Kamar MandiFoto: dok. detikcom

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Redelong- Seorang gadis berusia 23 tahun di Kabupaten Bener Meriah ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung di pintu kamar mandi rumahnya. Peristiwa yang menghebohkan warga tersebut terjadi dini hari tadi. 

Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, mengatakan, gadis itu ditemukan oleh ibu dan ayah korban telah tergantung di depan pintu kamar mandi dengan menggunakan kain selendang berwarna hitam. Kain itu terikat ke kayu. 

"Pada saat itu pukul 03.56 WIB ibu tiri korban hendak ke kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah, dia mendapati anaknya telah tergantung" kata Indra Novianto kepada wartawan, Selasa (13/12).

Indra Novianto melanjutkan, setelah itu Ibu tiri korban berteriak yang menyebabkan ayah korban bangun dari tidurnya dan melihat korban sudah tergantung. Ibu dan ayah korban menangis kencang sehingga didengar oleh tetangga dan mempertanyakan apa yang terjadi.

Sekira pukul 04:40 WIB, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah beserta unit Identifikasi Polres Bener Meriah, Kapolsek Permata, Bhabinkamtibmas dan Personel Polsek Permata tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, dan mengamankan tempat kejadian perkara, setelah mendapatkan informasi dari kepala desa tentang kejadian tersebut.

Dari keterangan saksi yaitu kerabat korban, diketahui  keseharian korban hanya di seputaran rumah dan kebun. Korban jarang keluar rumah untuk berinteraksi dengan orang lain.

Menurut informasi dari kerabat, sebulan lalu sudah ada datang kekasih korban untuk melamar korban. Saat ini masih menunggu proses antaran mahar. 

"Saat ini pihak keluarga korban sudah menerima kenyataan peristiwa ini dengan ikhlas, dan menolak untuk dilakukan visum/otopsi terhadap korban," tutup Indra. 

 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...