Detik-detik Penemuan Mayat Mengapung di Krueng Aceh, Korban Diduga Terpeleset

Detik-detik Penemuan Mayat Mengapung di Krueng Aceh, Korban Diduga TerpelesetFoto: Owntalk

"Penemuan mayat tersebut membuat arus lalu lintas macet di sepanjang Jalan Hasan Dek, Banda Aceh karena ramainya warga melihat dari atas jembatan," kata Fadilla.

Banda Aceh — Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, warga Gampoeng Lamgapang, Kecamatan Krueng Baroena Jaya, Aceh Besar ditemukan mengapung di perairan Krueng Aceh, Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (28/11).

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, korban yang diketahui bernama Alif Zikri (20), diduga tewas usai terpeleset dan tenggelam di Sungai Krueng Aceh.

"Penemuan mayat tersebut membuat arus lalu lintas macet di sepanjang Jalan Hasan Dek, Banda Aceh karena ramainya warga melihat dari atas jembatan," kata Fadillah dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11). 

Menurut keterangan orang tua korban, kata Fadillah, pada hari itu sebelum berangkat kerja, sekitar pukul 07.30 WIB mereka sempat berkomunikasi terkait jadwal perkuliahan.

Kemudian, usai kuliah sekitar pukul 12.00 WIB korban memesan ojek online (ojol) sepeda motor dari rumahnya menuju ke warkop Solong Coffee Beurawe. Driver ojol itu bernama M. Hasymi (40).

Sesampainya di Solong Coffee, korban masuk ke kamar mandi dan kemudian langsung menuju ke belakang warkop. Hal ini diketahui dari rekaman CCTV yang terpasang di warkop tersebut.

"Setelah itu korban diduga menuju ke arah tepi Sungai Krueng Aceh. Ketika berjalan terdapat rawa yang licin yang mengakibatkan terpeleset hingga jatuh ke sungai," jelasnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB saksi pertama bernama Zahir Syah Lukman (19), warga Ateuk Pahlawan Banda Aceh melintasi kawasan penemuan jasad korban dan melihat sesuatu yang mirip mayat manusia dalam kondisi terapung dengan posisi terlungkup.

Kemudian, ujar Fadillah, saksi menghubungi Kadus Surabaya, Gampong Ateuk Pahlawan, Aldian Asnan untuk mengabarkan perihal penemuan mayat tersebut.

"Lalu, warga Lamseupeung Banda Aceh bersama Babinsa dari Kodim 0101/KBA Serda Agus Mulyono dan Serda Hasan Saifullah membawa korban ke darat," sebut Fadillah.

Setelah dievakuasi, polisi menemukan 1 unit Hanpdhone merk Vivo Y81 warna hitam, satu unit handshet bluetooth merk Robot warna hitam beserta kunci rumah di saku celana korban.

Fadillah menyebutkan, korban yang berstatus mahasiswa itu disebut tidak bisa mengendarai sepeda motor. Dia hanya pulang-pergi kuliah menggunakan jasa transportasi online.

Menurut orang tua korban, almarhum tidak bisa berenang dan pernah menderita penyakit lambung akut.

"Perlu diketahui, orang tua korban menolak untuk jenazah dilakukan visum et revertum dan otopsi. Keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi," pungkasnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...