BPBA Catat 241 Kali Bencana Alam Landa Aceh Sepanjang Januari-Oktober
Foto: Dok. BPBA Banda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) mencatat sepanjang Januari-Oktober ada 241 kejadian bencana alam yang terjadi di Aceh.
Dari 241 kejadian tersebut menelan korban jiwa setidaknya 11 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kebakaran, longsor dan angin puting beliung dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp112 miliar.
Kemudian, tiga orang mengalami luka-luka, 133.271 jiwa terdampak bencana dengan total pengungsi sebanyak 4.104 orang dan 1.763 rumah terdampak bencana alam.
“Kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 77 kali membakar 283 rumah,” Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Nara Setia melalui keterangannya.
Bencana alam yang melanda wilayah Aceh juga berdampak pada 14 sarana pendidikan dan 11 sarana ibadah. Berdampak pula pada 82 ruko atau bangunan lainnya, 8 jembatan dan 103 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.
Teuku Nara mengatakan, intensitas kejadian bencana tahun 2024 ini mengalami penurunan jumlah kejadian yang signifikan dari tahun 2023.
“Pada periode yang sama (Januari-Oktober) pada tahun 2023 jumlah kejadian bencana mencapai 361 kali kejadian sedangkan tahun ini 241 kali kejadian ” ujarnya.
Dia juga mengatakan, kebakaran hutan dan lahan juga mengalami penurunan. Dimana dalam periode yang sama di tahun lalu sebanyak 85 kejadian, sementara tahun 2024 kebakaran hutan dan lahan terjadi kali membakar 214 Hektar Lahan dengan prakiraan kerugian Rp30 miliar.
Sementara itu, khusus pada September dan Oktober, banjir mendominasi yakni 20 kali kejadian dari total 57 kejadian bencana.
Pada Oktober 2024, banjir juga mendominasi sebanyak 16 kejadian dari 30 total kejadian bencana keseluruhan. Banjir merendam 8 kabupaten pada 68 kecamatan di 325 desa dan berdampak pada 19.980 KK/70479 jiwa.
“Bencana banjir masih intens terjadi, sepanjang tahun tercatat ada 51 kali kejadian yang berdampak pada 952 rumah dengan prakiraan kerugian Rp7,3 miliar,” tuturnya.
Kemudian, angin puting beliung terjadi sebanyak 33 kali merusak 376 rumah warga dengan total kerugian yang Rp9,4 miliar. Longsor 11 kali berdampak pada 7 rumah dengan prakiraan kerugian mencapai Rp730 juta. Serta banjir bandang terjadi dua kali dan gempa bumi satu kali.
“Saat ini kami terus berupaya untuk meningkatkan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun,” pungkasnya.







Komentar