Berdayakan Penyintas Terorisme, BNPT Bangun Warung NKRI di Sabang

Berdayakan Penyintas Terorisme, BNPT Bangun Warung NKRI di SabangFoto: dok Polda Aceh

“Warung NKRI merupakan sarana bagi masyarakat untuk berkumpul dan membahas nilai-nilai kebangsaan sebagai vaksin dalam melawan virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” kata Boy.

Sabang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Boy Rafli Amar meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI Kamis (15/12). 

Warung NKRI yang terletak di Zero Coffe, Kota Sabang tersebut dibangun sebagai wadah memberdayakan dan pemandirian ekonomi eks napi serta penyintas terorisme. 

Peresmian Warung NKRI itu ditandai dengan tabuhan rapai dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala dan Pejabat BNPT RI, Pj Wali Kota Sabang, dan Ketua KNPI Aceh.

“Warung NKRI merupakan sarana bagi masyarakat untuk berkumpul dan membahas nilai-nilai kebangsaan sebagai vaksin dalam melawan virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” kata Boy dalam keterangan tertulis.

Selain Warung NKRI, BNPT juga akan menyiapkan kawasan terpadu nasional (KTN) yang bisa dijadikan lahan bercocok tanam bagi mantan napi dan penyintas terorisme.

Saat ini, kata Boy, terdapat 17 Warung NKRI yang sudah diresmikan BNPT di seluruh Indonesia. Kota Sabang merupakan peresmian Warung NKRI ke-18.

"Alhamdulillah sudah ada 17 Warung NKRI yang kita resmikan. Sabang ini merupakan Warung NKRI ke-18," kata Boy.

Di samping itu, Boy menyebutkan, dalam melancarkan aksi kelompok teroris kerap melakukan propaganda, seolah-olah aksi yang dilakukan adalah perjuangan agama atau jihad dengan balasan surga dan pahala syahid.

Propaganda itu, kata dia, berpotensi mempengaruhi masyarakat dan generasi muda untuk melakukan tindakan radikalisme yang berujung terorisme.

"Kita semua harus membentengi diri dengan akidah, ilmu agama, dan nilai kebangsaan agar tidak terpengaruh atau terpapar radikalisme. Yakinlah, terorisme atau radikalisme itu bukan membela agama. Mana ada agama mengajarkan bunuh diri atau menyakiti orang lain," ujar Boy

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...