Bahas PON, DPRA: Bicara Olahraga Tidak Bisa Sim Salabim

M Rizal Falevi saat menyampaikan pandangannya dalam diskusi Aceh Resource & Davelopment bertajuk “PON XXI Aceh – Sumut 2024, Siapkah Kita?” di Moorden Cafe Pango, Banda Aceh, Selasa (17/10). (Foto: Rianza/HabaAceh.id)

Banda Aceh — Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M Rizal Falevi Kirani, meragukan kesiapan Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI pada 2024.

Dia mengatakan, sejak awal ditunjuk sebagai tuan rumah, banyak persoalan substansi belum diselesaikan Pemerintah Aceh yang dapat mengorbankan dunia olahraga.

“Olahraga itu tidak bisa sim salabim, perlu ada proses yang panjang,” kata Falevi dalam diskusi Aceh Resource & Davelopment bertajuk “PON XXI Aceh-Sumut 2024, Siapkah Kita?” di Moorden Cafe Pango, Banda Aceh, Selasa (17/10).

Falevi menyampaikan untuk kesiapan sebagai tuan rumah seharusnya PB PON harus lebih proaktif. Menurutnya panitia juga harus berkomitmen dan giat melakukan lobi.

Ia menuturkan, pembangunan infrastruktur dan renovasi total venue sangat tidak logis dilakukan di sisa waktu yang tidak sampai setahun lagi. Dia bahkan khawatir Aceh tidak siap bahkan hanya untuk pembukaan PON.

“Kami Komisi V baru sekali rapat dengan PB PON. Kesiapan pemantapan belum ada sejauh ini dengan DPRA, sulit terwujud, perlu ada komitmen, lobi dan lain-lain,” ujarnya. 

Dengan segudang masalah tersebut, Falevi menilai sangat logis jika jadwal PON XXI digeser. Apalagi, kata dia, di tahun 2024 kondisi negara tengah disibukkan dengan berbagai agenda.

“Politisi Aceh di DPR RI tidak berstatement sama sekali terkait permasalahan ini. PON ini adalah marwah, saya sepakat, tapi kita harus logis bagaimana kesiapan kita. Lebih baik kita tunda daripada kita malu. Bagaimana skema dengan waktu yang tersisa harus kita rumuskan,” pungkasnya.

Editor: Boy Nashruddin