Aceh Inflasi 0,03 Persen pada Juni 2024

Foto: Dok HabaAceh.id
Ilustrasi

Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat inflasi Tanah Rencong secara month-to-month (m-t-m) pada Juni 2024 mencapai 0,03 persen. Angka itu menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,15 persen.

“Kalau kita melihat tren, ada perbaikan inflasi month-to-month (m-t-m). Di mana bulan sebelumnya itu 0,15. Jadi ada penurunan inflasi secara month-to-month,” kata Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, dalam konferensi pers virtual, Senin (1/7). 

Ahmadriswan mengatakan, angka inflasi tersebut dihitung berdasarkan hasil pemantauan indeks harga konsumen (IHK) di lima kabupaten/kota yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

Ahmadriswan menyebut, berdasarkan kelompok pengeluaran secara m-t-m, ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; dan transportasi.

Kemudian, kata Ahmadriswan, terdapat sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil inflasi secara m-to-m pada Juni 2024, yakni ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan dencis, ikan tuna, beras, cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, angkutan udara, kontrak rumah, ikan bandeng/ikan bolu. 

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, ada bawang merah, tomat, daging ayam ras, popok bayi sekali pakai/diapers, bayam, kacang panjang, kangkung, deodorant, pembalut wanita dan daun singkong,” ujarnya.

Sedangkan secara tahunan atau year-to-year (y-t-y) inflasi Aceh sebesar 3,09 persen dengan IHK sebesar 106,87. Di mana, inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,78 persen dengan IHK sebesar 109,18 

“Dan terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 2,07 persen dengan IHK sebesar 105,63,” ucapnya.

Ia menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,19 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,71 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,59 persen.

Lalu kelompok transportasi sebesar 1,11 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,14 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,66 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,90 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,41 persen. 

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,52 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen,” pungkasnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...