700 Rumah Warga di 2 Kecamatan Aceh Tamiang Terendam Banjir

700 Rumah Warga di 2 Kecamatan Aceh Tamiang Terendam BanjirFoto: Zulfitra/HabaAceh.id
Kondisi salah satu Desa di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini terendam banjir.

"Ada sekitar 700 lebih rumah yang dilaporkan saat ini terendam banjir. Namun, untuk jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak masih dalam pendataan," katanya.

Aceh Tamiang - Ratusan rumah warga di Kecamatan Seruway dan Bendahara, Aceh Tamiang, terendam banjir pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara tiga hari terakhir. 

Banjir yang melanda wilayah pesisir Aceh Tamiang itu diduga akibat luapan air sungai dan jebolnya tanggul di beberapa lokasi yang tak kunjung diperbaiki.

"Tanggul jebol yang belum diperbaiki hingga kini jadi salah satu penyebabnya air masuk ke pemukiman dan lahan pertanian warga," kata salah seorang warga Desa Balai, Kecamatan Bendahara, Adi Syahputra, Jumat (16/12).

Adi menyebutkan, banjir saat ini telah merendam ratusan rumah warga Desa Balai termasuk rumahnya sendiri. Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak Rabu (14/12) sekitar pukul 23.50 WIB. 

"Di Desa Balai ada sekitar 100 rumah lebih yang sudah terendam. Kalau di Kecamatan Bendahara,  setahu kami sudah sekitar puluhan kampung yang terendam. Bahkan, dibeberapa titik ketinggian air sudah ada mencapai satu meter," sebutnya.  

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Diwan Syahputra, mengatakan saat ini kondisi banjir yang terjadi di Kecamatan Bendahara semakin meluas. Berdasarkan laporan petugas di lapangan,  air juga telah merendam rumah penduduk di sepuluh Desa dalam Kecamatan setempat.

"Ada sekitar 700 lebih rumah yang dilaporkan saat ini terendam banjir. Namun, untuk jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak masih dalam pendataan," katanya.

Sementara di Kecamatan Seruway, kata Diwan,  banjir telah menerjang tanggul sungai yang berada di wilayah Kampung Gelung hingga jebol. Akibatnya, sejumlah kampung yang berada di dekat bantaran sungai itu pun tak luput dari rendaman air.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...