Debu Batu Bara Dinilai Ancam Kesehatan, APEL Green Aceh: Audit Lingkungan PLTU di Aceh Barat!

Foto: Julinar Nora/habaaceh.id

Banda Aceh - Polusi udara dan dampak kesehatan yang kian meresahkan di sekitar PLTU Aceh Barat menjadi sorotan utama. Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Rahmat Syukur, menyerukan aksi kolektif lintas sektor untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat yang terpapar dampak operasional PLTU.

Rahmat menyampaikan, aktivitas PLTU tak hanya mencemari udara dengan debu batu bara, tetapi juga memengaruhi kesehatan warga. Bahkan menurutnya, hal tersebut tidak hanya bermasalah pada lingkungan, tetapi juga merenggut hak hidup sehat.

“Banyak masyarakat menderita ISPA, bahkan sebagian sudah menggunakan alat bantu pernapasan. Malam hari debunya terasa semakin parah,” kata Rahmat, Sabtu (28/12).

Rahmat turut menyoroti minimnya kesadaran masyarakat tentang bahaya ini. Pasalnya, debu PLTU yang mengancam kesehatan tersebut justru sering tidak disadari.

“Sebagian besar warga menganggap penyakit yang mereka alami sebagai takdir, bukan karena polusi. Makanya kami fokus mengedukasi masyarakat, apalagi perempuan yang paling terdampak,” ujarnya.

Laporan di lapangan juga mengungkap penurunan kualitas ekonomi masyarakat. Banyak pedagang disekitar PLTU yang sulit mendapat pelanggan.

"Hasil tani seperti talas dan jambu terkontaminasi debu hingga sulit dijual. Bahkan pedagang makanan lokal mengeluhkan penurunan pelanggan," katanya.

Oleh sebab itu, sebagai langkah konkret, APEL Green Aceh menggagas audit lingkungan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, LSM, dan masyarakat. 

"Kami ingin memastikan dokumen Amdal bukan sekadar formalitas. Data dari masyarakat dan tim ahli akan kami satukan untuk menilai ulang dampak PLTU secara menyeluruh," tuturnya.

Rahmat mendesak PLTU agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap dampak yang mereka timbulkan. 

"Kami berharap perusahaan mau duduk bersama untuk membahas solusi, bukan sekadar berlindung di balik dokumen Amdal yang sudah ada," tutupnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...