SPBU di Aceh Barat Batasi Jumlah Pembelian BBM Bagi Pengendara
Foto: HabaAceh.id/Vinda Eka Saputra“Kita kalau bukanya khusus solar bukanya dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, kalau tengah malam tidak buka karena takutnya nanti tidak sanggup dipantau, karena minyak subsidikan diawasi ketat oleh pertamina,” katanya.
Aceh Barat – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan membatasi jumlah pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada setiap pengendara.
Pengawas SPBU Suak Raya, Fazril mengatakan, pembatasan jumlah pembelian BBM bagi kendaraan roda empat atau lebih ini merupakan inisiatif dari pihak SPBU agar seluruh kendaraan mendapatkan BBM secara merata.
“Memang dibatasi minyak, bukan dibatasi karena dikurangi tapi kalau mobil empat roda itu ukuran 60 liter atau Rp400 ribu, kalau mobil enam roda Rp600 ribu, kalau yang lebih dari enam roda atau delapan roda Rp800 ribu,” kata Fazril, Jumat (2/6).
Fazril menjelaskan, dalam sehari SPBU Suak Raya mendapatkan jatah suplai BBM dari Pertamina sebanyak 16 ton. Jumlah suplai BBM tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM di SPBU Suak Raya.
“Kita kalau bukanya khusus solar bukanya dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, kalau tengah malam tidak buka karena takutnya nanti tidak sanggup dipantau, karena minyak subsidikan diawasi ketat oleh pertamina,” katanya.
Dikatakan Fazril, selama masih ada BBM jenis solar di SPBU maka antrean kendaraan roda empat atau lebih juga akan masih ada. Antrean kendaraan akan hilang jika BBM solar sudah habis di SPBU.
Diberitakan sebelumnya, puluhan kendaraan roda empat tampak mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Antrean kendaraan tersebut diperkirakan mencapai 700 meter.
Para pengendara harus mengantre selama empat jam untuk bisa mengisi BBM jenis solar di SPBU Suak Raya.
Antrean panjang kendaraan itu terjadi diduga karena adanya mobil pelangsir BBM subsidi yang juga ikut mengantre SPBU.







Komentar