Seks Bebas Faktor Penularan HIV/AIDS di Lhokseumawe
Lhokseumawe - Perilaku seks bebas menjadi penyebab utama kasus HIV /AIDS di Kota Lhokseumawe terus meningkat setiap tahun. Kini total penderita HIV/AIDS di kota yang pernah dikenal dengan julukan "Petro Dolar" itu mencapai 106 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza, mengatakan penderita HIV/AIDS terus bertambah setiap tahunnya. Di Tahun 2022 terdapat empat kasus, kemudian 2023 bertambah 10 kasus dan 2024 terdapat 14 kasus baru terhitung Januari hingga Juni.
"Jadi penderita HIV/AIDS di Lhokseumawe mencapai 106 kasus di Kota Lhokseumawe. Dari jumlah tersebut, seorang bayi berusia 11 bulan meninggal akibat positif HIV/AIDS yang tertular dari orangtuanya di tahun 2022," kata Safwaliza saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Jumat (12/7).
Safwaliza menyebutkan kasus ini terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini perlu perhatian bersama, baik itu masyarakat, kinerja tim pendamping lapangan dan petugas Puskesmas untuk menekan angka HIV/ AIDS.
"Kini penderita HIV masih fokus menjalani perawatan dan pendampingan secara gratis di Puskesmas maupun rumah sakit," katanya.
Dia menyebutkan sejauh ini hasil tracking penularan HIV didominasi oleh kaum pria akibat seks bebas. Faktor lain akibat penggunaan narkotika lewat jarum suntik, yang digunakan secara bersama-sama.
"Jadi untuk menekan angka penderita HIV, tim bekerja sama dengan pihak terkait kerap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bahkan ke desa-desa," katanya.
Dia mengimbau seluruh pihak agar bersama-sama mencegah penularan HIV. Sosialisasi harus dilakukan masif ke semua pihak.
"Jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” pungkasnya.
Editor: Boy Nashruddin