Mualem Copot Pon Yaya, Ini Alasannya

Mualem Copot Pon Yaya, Ini AlasannyaFoto: Dok, DPRA

Banda Aceh - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh kembali melakukan pergantian terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Ketua Umum Muzakir Manaf (Mulem) menunjuk Zulfadli menggantikan Saiful Bahri atau Pon Yaya sisa masa jabatan periode 2019 -2024. 

Juru bicara (jubir) Partai Aceh (PA), Nurzahri, mengatakan pergantian tersebut dilakukan Mualem sebagai penyegaran kepemimpinan DPRA untuk kedua kalinya. Sertas hasil evaluasi terhadap kinerja anggota DPRA dari Partai Aceh. 

“Mualem selaku pimpinan Partai Aceh selalu melakukan proses evaluasi terhadap kinerja anggota DPRA dari Partai Aceh,  apabila dirasa ada permasalahan atau kurang efektifnya peran seseorang anggota DPRA,  maka proses rotasi adalah pilihan terbaik yang harus dilakukan,” kata Nurzahri saat dikonfirmasi, Senin (25/9). 

Dalam proses rotasi kali ini, Mualem memilih sosok  Zulfadli atau lebih dikenal dengan sebutan Abang Samalanga. Namanya juga masuk dalam salah satu kandidat dari lima orang pilihan tim sembilan Partai Aceh periode sebelumnya ketika pergantian Dahlan Jamaluddin.

“Beliau adalah sosok yang sudah dikenal oleh kalangan luas sebagai salah satu anggota DPRA yang keras dalam memperjuangkan permasalahan rakyat,” ujarnya. 

Menurut Nurzahri, pergantian ketua DPRA kali ini juga merupakan hal biasa dilakukan oleh Partai Aceh untuk efektivitas kinerja DPRA. Pimpinan Partai Aceh juga berharap seluruh anggota DPRA tetap fokus bekerja pada bidangnya masing-masing. 

“Tidak terjebak dalah intrik-intrik pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta kepada seluruh kader untuk tetap tenang dan fokus pada kerja-kerja pemenangan Partai Aceh,” tuturnya. 

“Kepada Masyarakat Aceh kami juga berharap proses rotasi ini bisa memberikan keyakinan kepada seluruh rakyat, bahwa pimpinan dan pengurus Partai Aceh tetap komit terhadap perjuangan Aceh baik dari sisi kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan UUPA maupun dari sisi kesejahteraan rakyat di semua sektor,” lanjutnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...