Menpora Tambah Anggaran PON di Aceh: Nilainya Saya Lupa Tapi Besar

Menpora Tambah Anggaran PON di Aceh: Nilainya Saya Lupa Tapi BesarFoto: Rianza/HabaAceh.id
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo.

Banda Aceh — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memastikan bakal menambah anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh. 

Ia menyebut, saat ini pihaknya sudah mengusulkan penambahan anggaran tersebut dan dalam waktu dekat bakal diajukan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas.

"Nilainya saya lupa tapi besar. Pokoknya semua sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Pemprov Aceh dan penyelenggara di Aceh," kata Dito saat meninjau venue pembangunan venue PON di komplek Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, Sabtu (18/5).

Dito menyampaikan, penambahan anggaran tersebut sudah mencakup untuk pembangunan venue dan juga untuk opening ceremony serta beberapa peralatan penyelenggaraan lainnya.

Kemenpora, kata Dito, prinsipnya pasti mendukung dan berjuang untuk memastikan ketersediaan anggaran yang sesuai dan tercukupi.

"Ya (permintaan itu dipenuhi semua) karena apa yang sudah diajukan pastinya sudah ada review dan diskusi antara Pemprov Aceh, kami Kemenpora, dan juga Kemenku, PB PON, dan KONI," jelasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, juga memastikan terkait kabar penambahan anggaran PON tersebut. Namun ia enggan menyatakan jumlah pasti berapa anggaran yang ditambah pemerintah pusat.

"Jumlahnya (penambahan anggaran) enggak penting, yang penting mencukupi yaa," katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Bustami Hamzah bersama Ketua DPRA Zulfadhli melobi pemerintah pusat untuk meminta tambahan anggaran pelaksanaan PON XXI Aceh 2024. 

Bustami dan rombongan melakukan pertemuan dengan Menpora di kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Rabu (15/5) kemarin.

Adapun anggaran yang diajukan untuk kelancaran pelaksanaan PON XXI di Aceh disebut-sebut senilai Rp671 miliar.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...