MaTA: Calon Gubernur Aceh Punya PR Membenahi Tata Kelola Pemerintahan
Foto: Dok HabaAceh.idBanda Aceh - Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, membeberkan kondisi Aceh saat ini yang penuh dengan problematika, mulai dari persoalan pembangunan, tata kelola pemerintahan hingga tingginya angka pengangguran. Untuk itu MaTA menilai kriteria ideal untuk calon Gubernur Aceh ke depan bisa melakukan perubahan di tiga sektor penting itu.
“Dengan kondisi politik dan sosial saat ini, kalau kita bicara pemimpin ideal akan sangat sulit, tapi minimal pemimpin yang amanah. Kita sama-sama tau kondisi di pemerintahan sedang tidak baik-baik saja, tiga sektor itulah yang paling penting untuk dilakukan pembenahan kedepan,” kata Alfian kepada HabaAceh.id, Selasa (23/4).
Melihat kondisi politik saat ini, katanya, masyarakat cenderung tidak berharap lebih pada siapapun calon gubernur yang bakal memimpin Aceh selama lima tahun ke depan. Namun setidaknya, dia berharap pemimpin Aceh dapat berbenah di sektor publik secara maksimal.
“Paling krusial itu tata kelola pemerintahan, bagaimana pemimpin harus punya mekanisme untuk mencegah tindak pidana korupsi. Pondasi yang harus segera dibenahi itu adalah bagaimana memastikan di pemerintahan tidak ada yang melakukan korupsi,” ujarnya.
Alfian mengatakan, jika nantinya di pemerintahan masih ditemukan kecurangan berupa tindak pidana korupsi, itu sama saja. Artinya pemerintah tidak mampu membangun sistem yang berintegritas, secara tidak langsung Provinsi Aceh sedang memupuk angka kemiskinan, pengangguran dan membangun pembangunan yang buruk.
Terlebih rakyat Indonesia, khususnya di Aceh, baru saja mengalami pengalaman paling buruk di dunia perpolitikan. Menurutnya, sulit untuk menentuka sosok ideal dari calon-calon yang akan beradu di Pilkada mendatang.
“Kita tidak bisa berbicara lebih jauh soal ideal tersebut, karena pasti kita tidak akan bisa menemukan ini. Namun, kalau pemimpin yang akan datang bisa membenahi substansi itu, kondisi sosial masyarakat pasti akan lebih baik,” tuturnya.
Setidaknya, kata Alfian, calon Gubernur Aceh wajib rasional dan menjadi pemimpin tidak dengan menggunakan uang untuk menyogok rakyat agar menang.
“Calon pemimpin itu harus menyetop money politics, selain akan merusak tata pemerintahan, itu juga kan dilarang dalam agama,” pungkasnya.









Komentar