Kunker ke Aceh Singkil, Haji Uma Pertanyakan Tata Kelola Aset Pemda
Foto: Ahmad Saidi/HabaAceh.idAceh Singkil - Anggota DPD RI komisi IV asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma melakukan pertemuan dengan Pj Bupati Aceh Singkil, Azmi, dalam serangkaian agenda kunjungan kerja (Kunker) ke daerah.
Haji Uma mengatakan, pertemuan itu dilakukan untuk mengetahui tentang kondisi terkini Aceh Singkil dan tata kelola aset-aset daerah.
"Tujuan kami datang ke Aceh Singkil untuk menanyakan soal aset-aset Pemda, apakah dikelola dengan baik atau tidak. Kemudian dimana saja aset-aset tersebut yang tidak layak dalam catatan mereka," katanya.
Menurut Haji Uma, seluruh aset yang ada di Aceh Singkil wajib dimanfaatkan dan dikembangkan demi mendorong kemajuan daerah.
“Karena itu semua dibeli dengan uang Pemerintah. Aset-aset itu wajib dimanfaatkan, begitupun dengan Pemerintah Pusat juga harus terus mensuport agar aset-aset yang ada di Pemkab tersebut tidak menjadi benda mati yang harus berdaya guna,"ungkapnya.
Sementara itu Pj Bupati Aceh Singkil, Azmi, mengatakan Aceh Singkil memang salalu memiliki masalah tentang pemeliharaan aset, terlebih aset milik negara yang membutuhkan biaya operasional.
"Aceh Singkil memang bermasalah dengan pemeliharaan aset. Sehingga kami berharap nantinya permohonan kami ini dapat disampaikan ke pusat,” ungkapnya.
Kepala BPKK Aceh Singkil, Hendra Sunarno, menjelaskan total aset Aceh Singkil sebesar Rp 1,5 triliun berdasarkan neraca anggaran tahun 2022 pada bagian umum diperoleh dari APBD.
Hendra tak menapik, hal yang sering muncul pada temuan BPK adalah penatausahaan aset bidang tanah, di mana tahun ini juga masih menjadi temuan.
“Temuan BPK setiap tahunnya di Aceh Singkil yakni penatausahaan aset tanah. Terutama di dalam pengsertifikatan, dan di 2023 ini masih menjadi temuan,” katanya.
Hendra mengaku, aset-aset di Aceh Singkil banyak yang mangkrak hal ini terjadi akibat biaya pemeliharaan.
"Oleh karena itu, kami berharap kepada Haji Uma sebagai perwakilan kami dari Aceh, agar dapat membawa aspirasi kami ini untuk Dana Alokasi Umum (DAU) bisa ditingkatkan, karena sejak tahun 2020 dana DAU setiap tahunnya turun drastis,” pungkasnya.








Komentar