Kenapa Perayaan Valentine Dilarang di Aceh?

Kenapa Perayaan Valentine Dilarang di Aceh?Foto: Canva/HabaAceh.id
Ilustrasi

Banda Aceh — Hari Valentine (Valentine's Day) atau disebut hari kasih sayang sudah menjadi sebuah tradisi masyarakat global sebagai momen untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada orang yang dicintai.

Namun, saban tahun perayaan hari valentine yang diperingati setiap 14 Februari  tersebut dilarang keras di Tanah Rencong. Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna mencegah budaya itu tak terlaksana di Aceh. 

Di Aceh, valentine diklaim bukan budaya Indonesia, hal itu juga bertentangan dengan syariat Islam dan Undang Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Serta juga dilarang dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, ibadah dan syariat Islam.

“Valentine tidak boleh dalam agama kita. Tidak boleh dirayakan valentine itu oleh orang Islam,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali alias Abu Faisal kepada HabaAceh.id, Rabu (14/2).

Menurut Abu Faisal, perayaan valentine sama sekali tidak memberikan manfaat apapun, di samping itu juga bertentangan dengan ajaran agama Islam. 

“Enggak ada manfaat, enggak sesuai dengan ajaran agama, enggak ada manfaat bagi kehidupan di dunia,” ujarnya.

Abu Faisal juga menyebut, peringatan valentine hanya akan merusak agama dan tatanan sosial di masyarakat. Sebab itu, dia melarang tegas anak-anak muda di Aceh ikut merayakan valentine. 

“Anak muda yang ada di Aceh jangan rayakan valentine. Jauhkan dari perayaan valentine, enggak ada manfaat, rusak agama, rusak moral, rusak segala-segalanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, juga melarang tegas perayaan valentine digelar di ibu kota provinsi paling batat Indonesia tersebut. 

Ia menilai, sebagai daerah yang kental akan penerapan syariat Islam, perayaan valentine tidak mendapat izin terlaksana di Banda Aceh. 

“Kita setiap tahun memang tidak mengizinkan pelaksanaan valentine. Kita daerah syariat, Banda Aceh ini dan Aceh secara umum kan daerah syariat yang harus kita junjung tinggi dan kita hindari hal-hal seperti itu,” ucapnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...