Jadi Pusat Keberangkatan Umrah, DPRA: Berpeluang Tambah Penghasilan Asli Aceh
Foto: istimewa"Dan apabila umrah diberangkatkan dari Aceh, maka jarak tempuhnya akan menjadi lebih dekat ketimbang daerah-daerah lain sesuai dengan jalur penerbangan menuju Arab Saudi," sebutnya.
Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irawan Abdullah, mendukung wacana Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menjadikan bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) sebagai pusat pemberangkatan umrah untuk wilayah Indonesia bagian barat. Menurutnya hal itu bakal menjadi peluang kebangkitan ekonomi bagi Aceh.
“Dengan dijadikannya bandara SIM sebagai pusat pemberangkatan umrah, dari segi ekonomi juga akan menambah Penghasilan Asli Aceh (PAA)," kata Irawan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/2).
Politisi Partai PKS itu mengatakan, sebagai bandara berstatus internasional sudah sepatutnya Bandara SIM menjadi salah satu pusat pemberangkatan jemaah umrah. Kebijakan itu juga diperkuat dengan lahirnya Qanun Aceh Nomor 5 tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan dan pengelolaan Ibadah Haji dan Umrah yang telah disahkan oleh lembaga DPR Aceh.
Selama ini, kata Irawan, dalam pelaksanaan ibadah haji beberapa pesawat dari daerah lain di Indonesia juga transit di bandara SIM untuk mengisi bahan bakar, kemudian melanjutkan penerbangan ke Arab saudi.
"Dan apabila umrah diberangkatkan dari Aceh, maka jarak tempuhnya akan menjadi lebih dekat ketimbang daerah-daerah lain sesuai dengan jalur penerbangan menuju Arab Saudi," sebutnya.
Ia menuturkan, apabila umrah diberangkatkan langsung dari Aceh, maka pihak Komunitas Travel Umrah dan Haji Aceh (KATUHA) tentu akan lebih bersemangat untuk menambah jemaahnya. Sehingga penerbangan jemaah umrah akan terus meningkat sesuai dengan yang diharapkan Menhub.
Lebih lanjut, kata dia, apabila pelaksanaan keberangankatan umrah dari Bandara SIM berjalan dengan sempurna, maka hal itu juga menjadi wujud dalam mempromosikan Aceh sebagai salah satu daerah dalam wilayah NKRI yang berlandaskan syariah islam.
"Akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya sekitaran bandara SIM. Sehingga kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh akan terus meningkat, misalnya dari Malaysia ke Banda Aceh, maupun sebaliknya ke Malaysia, seperti ke Kuala Lumpur dan Pulau Penang," pungkasnya.
Sebelumnya, Menhub Budi memastikan kebarangkatan haji dan umroh bisa terbang langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Selama ini jemaah asal Aceh berangkat ke tanah suci melalui Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Budi dalam kegiatan peninjauan sarana prasarana Pelabuhan Penyeberagan Ulee Lheue Banda Aceh, Jumat (3/2).
“Kita pastikan umroh dan haji itu dari sini (Aceh) semua, jadi kita konsolidasikan jumlah penumpang supaya jangan ke Medan,“ ujar Budi.
Menurut Budi, pemberangkatan langsung dari Aceh ke tanah suci itu memang sudah sangat perlu dilakukan, mengingat jumlah jemaah haji dan umroh dari Aceh saban tahunnya selalu ramai.
Selain itu, kata Budi, pihaknya juga akan mengatur agar pesawat dari bandara provinsi lain bisa transit terlebih dahulu di Aceh sebelum lanjut terbang ke Arab Saudi.
“Nanti bisa kita kumpuli dari Surabaya, Lombok Makasar, lalu ke Aceh. Bisa sekali seminggu hingga empat kali seminggu. Sehingga yang umroh enggak mahal bisa irit minimal 1-2 juta,” ungkapnya.








Komentar