Harga Beras di Bener Meriah Turun Jelang Ramadan, Telur dan Minyak Naik
Foto: Samsuddin/HabaAceh.idRedelong - Harga beras di Bener Meriah turun menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah atau awal Maret 2024. Sementara harga bahan dapur lain seperti telur ayam dan minyak goreng justru naik.
Beras dengan kualitas super sebelumnya dijual seharga Rp220 ribu-Rp223 ribu per sak ukuran 15 kg, kini dijual Rp210 ribu-Rp220 ribu per sak.
"Harga beras turun per sak Rp 3.000 sampai Rp 2.000 per sak. Sejak beberapa hari ini," kata Ridwan, pemilik toko beras (BD) Cr Wan, kepada HabaAceh.id, Senin (4/3).
Dia mengaku saat ini sudah berani menjual beras kualitas super seperti Cap Mawar dan Udang Karung Hijau seharga Rp218 ribu per sak. Sementara beras kualitas biasa dijual seharga Rp195 ribu per sak.
Para pedagang juga mengaku lebih mementingkan kualitas beras daripada mengejar untung banyak, sehingga tidak begitu terpengaruh terhadap modal ketika harga turun.
"Intinya lebih baik kita mendapat keuntungan sedikit, asalkan barang cepat habis dan berganti, ketimbang mencari untung besar sementara barang menumpuk hingga bisa lapuk," ujarnya.
Hal senada disampaikan Alim, pemilik grosir UD Dua Putra. Alim mengaku pada Minggu (3/3) kemarin masih menjual harga beras kualitas super seperti Cap Mawar dan Udang seharga Rp223 ribu per sak. Namun, harga beras dua merk tersebut kini dijual Rp221 ribu-Rp220 ribu per sak pada Senin (4/3).
"Hari ini harga beras turun Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per sak," katanya.
Harga barang dapur naik
Kendati harga beras mulai turun, tetapi harga jual sejumlah bahan pokok lain seperti gula pasir, minyak makan dan telur justru naik jelang Ramadan.
Para pedagang di Bener Meriah sebelumnya menjual telur ayam seharga Rp47 ribu per papan, tetapi kini naik menjadi Rp55 ribu per papan.
Sementara gula pasir dan minyak makan naik Rp 1.000 per kilo. Jika sebelumnya gula pasir dijual Rp17 ribu per kilogram kini naik Rp18 ribu per kilogram. Begitu juga dengan harga minyak makan yang sebelumnya dijual Rp16 ribu kini menjadi Rp17 ribu per kilogram.
"Kita belum bisa memastikan apakah beberapa hari kedepan barang-barang ini akan mengalami kenaikan harga atau justru turun," pungkas Alim.










Komentar