FIFA Sanksi Persiraja Banda Aceh, Manajemen Tunggu Penjelasan dari PSSI
Banda Aceh — Federasi sepak bola dunia (FIFA) merilis daftar klub yang dilarang melakukan aktivitas transfer pemain di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, terdapat lima tim yang kena sanksi berasal dari Indonesia, salah satunya Persiraja Banda Aceh.
Kelima klub yang menerima sanksi tersebut yakni Persija Jakarta, Persiraja Banda Aceh, Sada Sumut FC, Persikab Kabupaten Bandung, dan Persiwa Wamena.
Untuk Persija dan Persiraja dilarang melakukan transfer pemain sejak 26 Januari 2024. Sementara Persikab dan Sada Sumut FC baru dikenai sanksi pada 26 Februari 2026. Sedangkan Persiwa sudah disanksi sejak 2022 lalu.
Belum diketahui penyebab tim tersebut harus menanggung sanksi larangan transfer untuk tiga periode atau satu setengah musim dari FIFA tersebut.
“Sejauh ini kami baru lihat berita sanksi dari FIFA ini dari media sosial. Namun kami masih menunggu keputusan konkret dari asosiasi sepak bola kita PSSI,” kata Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul Gidong, kepada HabaAceh.id, Selasa (2/4).
Gidong mengaku belum mengetahui sanksi seperti apa dan apa penyebab Laskar Rencong harus menanggung hukuman dari FIFA tersebut.
Sebab, kata Gidong, larangan tranfer pemain tidak selaras dengan transfer Liga Indonesia, di mana pada Liga Indonesia tidak ada pemain yang kontrak panjang.
“Jadi per musim, satu pemainnya yang dikontrak. Jadi kalau dibilang dilarang melakukan transfer pemain yang seperti apa nanti. Kita tunggu hasil diskusi PSSI dengan FIFA. Karena inikan penafsirannya masih multitafsir,” jelasnya.
Kendati demikian, Gidong menduga sanksi yang diterima Persiraja tersebut merupakan imbas dari kasus-kasus lama, seperti penunggakan gaji pemain musim lalu.
“Kemungkinan kasus-kasus lama, sepertinya (penunggakan gaji pemain musim lalu),” ucapnya.







Komentar