Dua Datok Penghulu di Aceh Tamiang Pastikan Air Hitam Alur Semacon Bukan Pencemaran Limbah Pabrik
Karang Baru - Air berwarna hitam pekat di alur Semacon Kampung Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang sempat mengegerkan warga sekitar. Warga menduga alur Semacon di tengah permukiman tersebut tercemar limbah, sebab di seberang jalan Desa Pantai Balai terdapat pabrik pengolahan TBS kelapa sawit (PKS).
Namun, Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Pantai Balai, Muslimaidi membantah hal itu. Ia menjelaskan air hitam yang mengalir di alur Semacon bukan berasal dari kolam limbah pabrik.
"Setelah saya telusuri kemungkinan besar yang menyebabkan air alur jadi hitam itu karena ada pembusukan rumput di rawa-rawa yang sangat luas mengalir ke alur Semacon," kata Muslimaidi menjawab HabaAceh, Rabu (17/1).
Datok pun memastikan alur Semacon tidak tercemar limbah pabrik. Karena fenomena air berwana hitam di alur Semacon itu sudah berulang kali terjadi, terutama pasca banjir.
"Dugaan kita seluruh tumbuhan di rawa-rawa itu mati saat terendam banjir di akhir Desember 2023 lalu. Kemudian rumput-rumput itu membusuk, jadi dapat dipastikan air hitam itu hasil pembusukan tumbuhan bukan limbah pabrik," katanya.
Menurutnya terdapat dua cabang alur yang melintasi Kampung Pantai Balai, yaitu alur Semacon dan satu lagi alur Simpang Tanah Merah masuk ke pabrik. Namun, khusus alur Semacon dia meyakinkan tidak terhubung dengan pembuangan limbah pabrik maupun pembuangan dari pipa bawah tanah.
Selaku pemimpin di tingkat desa, Muslimaidi mengaku tidak memiliki kepentingan apapun dengan pihak pabrik/perusahaan. Namun dia bersyukur selama pabrik sawit tersebut beroperasi, banyak menyerap tenaga kerja dari warganya. Meski demikian datok menegaskan kalau kampungnya sempat tercemar limbah pabrik niscaya dia orang pertama yang akan protes ke perusahaan.
Diakuinya aliran alur Semacon langsung mengalir ke sungai Aceh Tamiang. Jarak pabrik dan kampungnya hanya sekitar 500 meter di seberang jalan utama lintas Kecamatan Seruway. Dia pun tidak menampik air alur tersebut sempat beberapa hari berubah warna jadi hitam dan berbau. Namun datok kembali memastikan air hitam pekat itu bukan limbah pembuangan pabrik.
"Memang iya bau. Sangat menyengat macam bau comberan limbah rumah tangga," ukunya.
Lebih lanjut Muslimaidi menjamin seiring waktu air hitam di alur akan normal kembali dengan sendirinya, asalkan tidak turun hujan lebat dan banjir lagi. Untuk membuktikan hal itu Muslimaidi bersedia mengirimkan kondisi air alur hari ini sudah mulai menguning/keruh tidak hitam lagi.
Muslimaidi pun menceritakan pada tahun 2022 kampungnya yang bersebelahan dengan DAS Aceh Tamiang pernah tercemar limbah PKS dari alur Simpang Tanah Merah. Kasus itu pun sampai bergulir ke Kejaksaan Negeri. Dalam kasus tersebut dia sama sekali tidak mebela perusahaan meski sebagian besar warganya diangkat jadi karyawan pabrik dan kebun.
"Waktu itu saya bilang sama jaksa memang terjadi pencemaran limbah pabrik. Karena yang kami temukan di alur Simpang Tanah Merah memang limbah, airnya itu hitam berbui. Tapi limbah itu bukan terjadi di alur Semacon," ulasnya.
Hal senada dikatakan Datok Penghulu Perkebunan Seruway, Zulfahri. Secara teritorial PKS PT PRSWT masuk dalam wilayah kampungnya. Terkait indikasi pencemaran limbah dari alur Semacon yang meresahkan warga, dia menegaskan itu bukan limbah dari pabrik.
Menurutnya kolam pengelolaan limbah TBS berasa di belakang pabrik, sementara alur Semacon jaraknya sangat jauh di depan pabrik. Artinya jika ada limbah yang dibuang tidak melalui alur tersebut.
"Lain jalur, alur Semacon jaraknya jauh sekali dengan pabrik. Tidak ada kolam limbah di sana," ungkapnya.
Datok Zulfahri juga memastikan air hitam di alur Semacon faktor pembusukan dari berbagai limbah tumbuhan yang mati terendam banjir di rawa-rawa areal perkebunan. Lokasi rawa-rawa tersebut, kata dia berada sekitar 3-4 kilometer dari Desa Perkebunan Seruway. Air rawa mengalir tidak hanya di alur Semacon tapi kesejumlah alur termasuk ke arah ke Desa Suka Ramai II, Seruway.
"Jadi air hitam di alur Semacon sudah terjadi setiap tahun. Kalau habis banjir pasti airnya hitam," ujarnya.
Sebelumnya Direktur Eksekutif LSM LembAHtari, Sayed Zainal membeberkan hulu alur Semacon berada di lokasi perkebunan HGU PT PRSWT dan PT PMM daerah kawasan rawa-rawa yang sekarang telah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Namun pihaknya menyayangkan jika ada pernyataan bahwa air di alur Semacon berubah menjadi warna hitam pekat itu karena pengaruh bencana banjir.








Komentar