DLH Aceh Tamiang Didesak Ambil Sampel Air Alur Semacon Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Foto: Dede Harison/HabaAceh.id
Direktur Eksekutif LSM LembAHtari, Sayed Zainal

Karang Baru - LSM LembAHtari mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang untuk menurunkan tim ke lapangan melakukan pengambilan sampel air di alur/parit Simacon di Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruway yang diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit (PKS). Pasalnya warna air di alur tersebut berubah jadi hitam pekat dan berbau.

"Saya ragu apakah DLH Aceh Tamiang sudah melakukan identifikasi ke lapangan dan mengambil sampel air di pangkal alur Semacon untuk diuji laboratorium. Karena aliran alur itu langsung mengalir ke sungai Seruway," kata Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal kepada HabaAceh.id, Selasa (16/1).

Sayed menjelaskan indikasi air alur berubah menjadi warna hitam pekat bisa jadi disebabkan rembesan dari kolam penampungan limbah pabrik sawit yang letaknya tidak jauh dari Desa Pantai Balai, Seruway. Namun ada juga dugaan lain air hitam tersebut berasal dari hamparan awa-rawa dari dalam perkebunan kelapa sawit.

Namun pegiat lingkungan ini merasa prihatin kepada DLH Aceh Tamiang yang sampai saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan kepada publik terhadap wilayah yang terkena dampak diduga limbah cair, seperti Desa Pantai Balai yang merupakan lintasan aliran alur Semacon.

"Kita khawatir aliran alur tersebut  langsung mengalir ke DAS Tamiang hilirnya ke Seruway. Di mana ada ribuan penduduk Seruway adalah pelanggan PDAM Tirta Tamiang yang mengonsumsi air sungai tersebut," ungkapnya.

Sebab, lanjut Sayed Zainal hulu alur Semacon berada di lokasi perkebunan HGU PT PRSWT dan PT PMM daerah kawasan rawa-rawa yang sekarang telah beralih menjadi perkebunan sawit.

Di sisi lain, pihaknya menyayangkan pernyataan dari pejabat DLH Aceh Tamiang menyebutkan air di alur Semacon berubah menjadi warna hitam pekat itu karena pengaruh bencana banjir akhir Desember 2023 lalu. Kemudian aktivis senior ini meragukan pendapat tersebut. 

Sayed menyarankan jika aliran air tiba-tiba berwarna hitam pekat, seharusnya Dinas LH serius untuk mengidentifikasi ke lokasi alur Semacon ambil sampel air sehingga bisa dipastikan air tersebut tercemar limbah atau tidak.

Lebih lanjut Sayed Zainal mengingatkan, sejumlah warga sekitar Desa Pantai Balai, terumata yang memanfaatkan air sungai besar sudah mulai resah dengan munculnya air hitam tersebut.

Camat Seruway Devi Ariyanti Manulang mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari Datok Penghulu (Kades) setempat prihal dugaan pencemaran limbah di alur Semacon tersebut.

"Memang secara kasat mata air masih buram dan sampai saat ini belum diketahui dengan jelas apa faktor penyebabnya," ujar Devi.

Namun Camat Seruway membenarkan diseberang Kampung Pantai Balai terdapat satu unit pabrik kelapa sawit eks PT PRSWT masih beroperasi hingga sekarang. Informasi terkini managemen PT PRSWT telah berubah karena seluruh sahamnya sudah berallih ke perusahaan lain.

Orang yang disebut-sebut sebagai Humas PT PRSWT, Hendra yang coba dikonfirmasi HabaAceh.id via telepon ke nomor kontaknya 0853 729XXXXX tidak berhasil. Kemudian diajukan pertanyaan dari WhatsApp juga tidak dibalas.

Sementara Kepala DLH Aceh Tamiang, Syurya Luthfi, saat dihubungi ihwal penanganan dugaan pencemaran limbah di Desa Pantai Balai juga tidak berhasil. Nomor GSM handphone yang biasa digunakan Syurya sedang tidak aktif.

Iklan Jamaluddin Idham

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...