Dipecat dari Jabatan Rektor, Ini Harapan Eliyin untuk UGP Takengon

Dipecat dari Jabatan Rektor, Ini Harapan Eliyin untuk UGP TakengonFoto: Lintas Gayo
Mantan Rektor UGP, Eliyin, S.Hut

Takengon - Mantan Rektor Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Eliyin, tidak mempermasalahkan pemecatan dirinya oleh pihak Yayasan Pembina UGP. Dia bahkan mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

"Kita terima saja, karena kalau kita permasalahkan kan sayang kampus," kata Eliyin, saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Minggu (15/10).

Dia mengatakan surat resmi pemecatannya selaku rektor baru keluar pada Senin (16/10) besok. 

Pemecatan tersebut merupakan buntut dari polemik yang terjadi di UGP, pasca pihak yayasan menonaktifkan 28 dosen dan empat staf. Kebijakan itu diambil rektor lantaran adanya pelaporan oleh sejumlah dosen kepada pihak berwajib terkait pengelolaan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Aceh Carong tahun anggaran 2022-2023.

Eliyin kepada HabaAceh.id mengaku tidak mengetahui perkara dugaan penyelewengan dana KIP dan Aceh Carong tersebut. Menurutnya dana KIP juga sudah diperiksa oleh Irjen.

Eliyin mengatakan pihak Irjen juga telah meminta klarifikasi dari Warek II dan Kabag Keuangan terkait pengelolaan dana KIP 2022 dan 2023 tersebut.

Dirinya mengaku akan mengikuti saja proses pemeriksaan pengelolaan dana tersebut, seperti yang pernah dijalaninya di DPRK Aceh Tengah lima bulan lalu.

Namun, Eliyin berharap, pemecatan dirinya sebagai rektor tidak menjadikan Universitas Gajah Putih mundur ke belakang. Menurutnya polemik yang timbul di DPRK pada Mei 2023 lalu turut berdampak pada mahasiswa baru yang mendaftar ke kampus tersebut.

"Mahasiswa baru UGP tahun ini hanya 60 orang, itu gara-gara ribut-ribut di DPRK untuk menurunkan rektor," kata Eliyin.

Iklan Jamaluddin Idham

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...