BBM Langka, Petani Abdya Keluhkan Harga Bajak Sawah Naik

BBM Langka, Petani Abdya Keluhkan Harga Bajak Sawah NaikFoto: Antara Foto/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi membajak sawah

"Harga potong padi dengan mesin combine milik swasta juga naik menjadi Rp15 ribu per karung goni,” tuturnya.

Aceh Barat Daya - Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) keluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) wilayah setempat. Akibatnya beberapa harga sektor jasa di daerah itu mengalami kenaikan.

"Diakui atau tidak, kami para petani mulai merasa dirugikan akibat kelangkaan BBM di Abdya,” kata Ketua Kelompok Restu Tani di Abdya, Hasyim Umar kepada HabaAceh.id, Senin (19/12).

Ketua Kontak Tani Nelayan (KTNA) Kecamatan Lembah Sabil itu menyebubtkan, bahwa biaya bajak sawah dan ongkos potong padi mulai mengalami kenaikan harga, menyusul kelangkaan BBM di tengah masyarakat.

Sebelumnya, kata Hasyim Umar, biaya bajak sawah dengan luas satu naleh atau 500 meter persegi seharga Rp600 ribu, namun kini ongkosnya naik menjadi Rp1 juta.

"Harga potong padi dengan mesin combine milik swasta juga naik menjadi Rp15 ribu per karung goni,” tuturnya.

Belum lagi, lanjut Hasyim Umar, biaya jasa angkut padi dari sawah ke jalan raya itu juga mengalami kenaikan. Berbeda dengan harga gabah kering milik petani yang tidak pernah naik saat dijual pasca panen raya.

"Biaya semua membengkak, sementara harga jual gabah di tingkat petani tidak pernah naik, jadi intinya dengan kelangkaan BBM ini petani yang jadi imbasnya," katanya.

Dia berharap, kepada pemerintah dan instansi terkait untuk mencari solusi, sehingga kelangkaan BBM di Kabupaten Abdya bisa teratasi.

"Semoga masalah ini cepat selesai, sehingga para petani tidak menjadi imbas dari langka BBM," demikiannya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...