48 Warga Bener Meriah Ikut Pelatihan Uji Kompetensi
Foto: Dok, istimewa“Dengan adanya sertifikasi kompeten itu, mereka bisa mendaftar ke Papua atau Mandalika yang saat ini berpeluang merekrut tenaga kerja,” ungkapnya.
Bener Meriah – Sebanyak 48 warga Bener Meriah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang diselenggarakan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
“Sebelumnya peserta yang mendaftar secara online mencapai 120 orang, namun setelah melalui penjaringan sebanyak 48 peserta lolos mengikuti pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi itu,” kata Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bener Meriah, Usman, Kamis (16/3) saat dikonfirmasi HabaAceh.id.
Usman merincikan, dari 48 peserta tersebut 16 peserta mengikuti pelatihan menjahit pakaian dengan mesin, 16 peserta latihan plate welder SMAW 3G, dan 16 peserta lainnya mengikuti pelatihan desain grafis.
Para peserta yang mengikuti pelatihan itu tidak dipungut biaya sama sekali, selama proses pelatihan berlangsung mereka mendapatkan konsumsi, fasilitas alat latihan dan juga nantinya akan diberikan uang saku termasuk BPJS ketenagakerjaan selama mengikuti pelatihan tersebut.
“Sumber anggaran kegiatan ini berasal dari Provinsi, kalau dari APBK kita belum ada,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya sertifikasi kompeten yang disahkan oleh Kemenaker itu para peserta diharapkan nantinya bisa diterima saat melamar pekerjaan.
“Dengan adanya sertifikasi kompeten itu, mereka bisa mendaftar ke Papua atau Mandalika yang saat ini berpeluang merekrut tenaga kerja,” ungkapnya.
Sebelumnya, kata Usman, pihaknya juga telah memberikan pelatihan kepada 20 orang terkait barista roasting yang bersumber dari APBA.
"Nah, untuk para peserta pelatihan menjahit pakaian mereka nantinya akan mengikuti pelatihan selama 33 hari, peserta plate welder SMAW 3G 44 hari dan pelatihan untuk peserta desain grafis 33 hari," tuturnya.
Usman berharap, para peserta serius mengikuti pelatihan dan jika semuanya sudah kompeten tentu memudahkan mereka dalam melamar pekerjaan.
"Kepada peserta kita berharap mereka semua yakin, karena ke depan untuk menekan angka pengangguran harus melalui proses pelatihan. Istilahnya kalau kita sudah ada keahlian cari kerja udah gampang,” imbuh Usman.
Selain itu, katanya, saat ini pemerintah Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja Mobilitas Penduduk (DisnakerMobduk) sedang menggalakkan program pemagangan, dimana peserta yang sudah memiliki sertifikasi kompetensi akan dimagangkan ke perusahan yang siap menampungnya.









Komentar