Demo di Kantor Gubernur, Gerah Minta Pemerintah Tegas Sikapi Rohingya
Foto: Rianza/HabaAceh.idBanda Aceh - Sebanyak tujuh peserta aksi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Aceh (Gerah) menggelar demo di kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/1). Mereka menolak kehadiran Rohingya dan meminta sikap tegas pemerintah dalam menyikapi persoalan tersebut.
Dalam aksi itu, mereka membawa sejumlah atribut demo berupa spanduk yang bertuliskan “Tolak Rohingya di Aceh, Jangan Gadaikan Aceh Dengan Isu Kemanusiaan” dan “Jangan korbankan rakyat Aceh hanya untuk mendapatkan dana segar dengan menjual isu kemanusiaan”.
“Kami mewakili rakyat Aceh menolak Rohingya di Aceh, jangan jual isu kemanusiaan di Aceh. Kenapa masyarakat hari ini turun di kantor gubernur karena masyarakat sudah resah, sudah terluka,” kata Koordinator Aksi, Yusuf.
Yusuf meminta seluruh pihak yang ada di Aceh tidak termakan dengan isu kemanusiaan terhadap Rohingya, sebab sejak 2015 rakyat Aceh sudah membantu dan menerima manusia perahu tersebut.
Menurutnya, kedatangan Rohingya ke Aceh juga bukan karena konflik yang terjadi di Myanmar. Tapi sengaja kabur dari penampungan di Cox’s Bazar, Bangladesh.
“Pemerintah harus tegas, kalau dalam 1x24 tidak dituntaskan permasalahan ini kami meminta bapak Jokowi Dodo untuk mencopot gubernur dan sekda karena tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada di Aceh sekarang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Dedy Andrian, meminta masyarakat untuk bersabar. Selama ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan IOM dan UNHCR untuk mencari solusi terbaik terkait Rohingya di Aceh.
“Selama ini tetap koordinasi dengan IOM dan UNHCR dan juga pemerintah pusat, jadi tetap perlu kesabaran saja, dalam hal ini tidak lah mudah saya yakin semuanya akan bekerja,” katanya.




Komentar