PT AJB Segera Perbaiki Jalan Rusak Jalur Hauling di Aceh Barat
Meulaboh – PT. Agrabudi Jasa Bersama (AJB) akan segera memperbaiki ruas jalan yang rusak akibat aktivitas pengangkutan batubara (Hauling) dari tambang menuju tempat penampungan sekitar kawasan kota Meulaboh, Aceh Barat.
“Itu memang sudah kita rencanakan dan akan kita kerjakan paling lambat Senin ini, karena kemarin pas bulan Ramadan banyak kendala di sana dan sekarang sudah dapat kontraktornya,” kata Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. AJB Arikan Misuari Tambunan, Kamis (25/4).
Arikan menyebutkan, dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan rusak tersebut cukup besar sesuai dengan tingkat kerusakannya, besarannya diperkirakan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar rupiah.
“Ada (tumpahan batubara di jalan) kita tegur vendornya, memang itu oknum. Ya prosedur sudah kita terapkan di lapangan, mungkin ada karyawan melakukan pekerjaan kurang berhati – hati,” ujarnya.
Sementara itu, kata Arikan, terkait dengan permintaan DPRK Aceh Barat agar PT. AJB segera membuka jalan sendiri untuk hauling dan tidak lagi menggunakan jalan milik daerah, hal tersebut sudah masuk dalam perencanaan perusahaan.
“Kita sudah merencanakannya dari jauh hari cuma memang timing atau waktu pelaksanaannya, karena ada progres pembebasan lahan juga yang sedang kita lakukan,” tuturnya.
Perihal vendor yang melakukan pengangkutan batubara di jalanan umum milik daerah melebihi batas maksimal tonase seberat delapan ton, mereka akan melakukan diskusi kembali dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Barat.
“Karena kita mengeluarkan angka segitu (delapan ton batas maksimal pengangkutan per kendaraan). Sebenarnya sudah sesuai Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) delapan ton, tetapi itu Muatan Satuan Terberat (MST) di sumbu bukan total tonasenya, berarti kalau dia sumbunya empat ya tinggal dibagi delapan saja, jadi apa yang kita muat sekarang ini sebenarnya tidak melanggar aturan,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, beberapa ruas jalan milik Pemkab Aceh Barat rusak akibat dijadikan jalur lintasan hauling batubara oleh sejumlah perusahaan di wilayah tersebut.
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli mengatakan terdapat dua ruas jalan milik Pemkab yang digunakan oleh perusahaan pertambangan sebagai jalur hauling menuju tempat penampungan di sekitar kota Meulaboh.
Kedua jalan tersebut yaitu ruas jalan dari Desa Meunasah Rayeuk sampai ke Desa Blang Geunang sepanjang 27 kilometer, dan dari Desa Meureubo hingga ke Desa Balai.
“Kami lihat tadi semua jalan sudah mulai keropos, sekarang masyarakat sudah mulai protes terhadap hauling batubara yang dilakukan oleh PT. AJB dan PT.IPE,” kata Ramli, Selasa (23/4).
Kedua ruas jalan tersebut kata Ramli, sekitar 50 persennya sudah rusak dan tidak ada upaya untuk dilakukan perbaikan oleh pihak perusahaan.







Komentar