Breaking News

Pengungsi Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Kehabisan Stok Makanan

Foto: Zulfitra/HabaAceh.id
Warga korban banjir Aceh Tamiang saat berada di tenda pengungsian.

“Kebutuhan pokok seperti makanan juga sudah habis,” ujarnya.

Aceh Tamiang - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang terus meluas,  sebanyak 7.400 warga  masih bertahan di posko pengungsian. Kini, warga mulai mengeluhkan stok kebutuhan makanan yang mulai kehabisan.

Salah seorang warga di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Ilham, mengaku saat ini para pengungsi  mulai mengeluhkan kebutuhan pokok makanan, pakaian, serta selimut.

“Di tempat pengungsian kami saat ini kebutuhan pokok sudah tidak ada lagi, di sini kita memerlukan selimut, popok anak-anak, serta kebutuhan pokok lainnya," katanya saat ditemui HabaAceh.id, Jumat, (4/11).

Ilham menyebutkan, sampai saat ini di tempatnya bantuan tambahan logistik untuk para pengungsi belum kunjung tiba. Karena itu, masyarakat mulai panik dikarenakan debit air semakin lama semakin tinggi.

“Kebutuhan pokok seperti makanan juga sudah habis,” ujarnya.

Ilham mengungkapkan, masyarakat di Kecamatan Kejuruan Muda meminta pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat menyalurkan bantuan logistik ke tempat pengungsian.  Adapun kebutuhan yang dibutuhkan berupa popok bayi, susu, beras, telur, mie instan, selimut, dan kebutuhan lainnya.

Warga korban banjir Aceh Tamiang saat berada di tenda pengungsian. Foto: Zulfitra/HabaAceh.id

Disamping itu, para sopir yang saat ini masih terjebak di lokasi banjir juga berharap agar pemerintah dapat menyalurkan bantuan untuk mereka.

Salah seorang sopir, Dek Gam, mengaku ia bersama dengan beberapa sopir lainnya di lokasi banjir tidak dapat membeli kebutuhan pokok seperti makanan dan kebutuhan lainnya.

“Karena kendaraan sudah terjebak dan tidak dapat bergerak lagi, ke depan maupun balik ke belakang. Kami berharap agar pemerintah dapat memberi bantuan kepada kami yang terjebak di sini, kami saat ini tidak tau mau makan apa, karena di sini tidak ada yang jualan, semoga pemerintah mendengarkannya,” harap Dek Gam. (Zulfitra)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...