Pelatih Persiraja Ungkap Penyebab Hasil Imbang Melawan Sada Sumut FC
Banda Aceh — Pelatih Persiraja Banda Aceh, Achmad Zulkifli, mengungkapkan penyebab timnya menuai hasil imbang 2-2 kala bertandang ke markas Sada Sumut Fc dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian musim 2023/2024, di Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (25/11).
Pada pertandingan itu Ferdinan Sinaga dan Adam Maulana berhasil membawa Persiraja unggul lebih awal pada babak pertama. Namun, pemain Laskar Simbisa, Kei Sano dan Doni, berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.
Zulkifli mengatakan, di pertandingan tersebut skuad Laskar Rencong menjalani dua babak yang sangat berbeda. Di mana pada babak pertama mereka berhasil bermain bagus dan unggul, tetapi usai turun minum justru kewalahan meladeni permaina Sada Sumut.
“Adapun masalah permainan anak-anak di babak awal bermain luar biasa sesuai taktik kita sehingga kita unggul dengan poin 2-0, tapi di babak kedua kita setelah adanya pemain saya yang cidera, terus pengganti tidak siap melaksanakan gameplan, jadi kita lebih banyak tertekan,” kata Zulkifli, Minggu (26/11).
Kendati meraih hasil imbang, Zulkifli tetap bersyukur dan mengapresiasi anak-anak asuhnya karena mampu mencuri satu poin dan mempertahankan tren positif belum pernah terkalahkan sepanjang Liga 2 Pegadaian musim 2023/2024.
“Alhamdulillah kita telah menjaga tren positif kita di mana kita belum terkalahkan dan dapat poin di kandang lawan,” ujarnya.
Zulkifli menyebut, pada pertandingan itu dirinya sengaja tidak membawa dua legiun asing dan dua bek tengah mereka. Padahal keempat pemain tersebut diketahui dalam kondisi baik-baik saja.
“Jadi intinya saya punya 32 pemain. Saya memberi kesempatan main untuk yang lain dan saya meyakinkan kepada masyarakat Aceh bahwa 32 pemain itu sanggup bermain. Termasuk tidak membawa dua asing dan dua center bek kita yang mana menjadi pemain muda terbaik sama Andik Vermansah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Zulkifli mengaku, pada laga tandang ke Sumatera Utara itu para pemain dan official sempat kaget dengan sambutan pelemparan bus, teror kembang api dan lain sebagainya. Namun, menurutnya serangan demi serangan itu tidak membuat mental anak asuhnya ciut.
“Saya kira mental anak-anak sudah teruji. Kejadian itu (pasca mendapat teror) tidak nyambung dalam permainan. Kita sepakat untuk melupakan apa yang ada di luar lapangan dan fokus di dalam lapangan,” pungkasnya.
Editor: Boy Nashruddin