PB PON Wilayah Aceh Sebut Vendor Pemenang Tender Bidang Konsumsi dari Jakarta

Foto: Julinar Nora Novianti/HabaAceh.id
Konferensi pers terkait pelayanan konsumsi oleh PB PON XXI wilayah Aceh, Kamis (12/9).

Banda Aceh - Ketua Bidang Konsumsi Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Wilayah Aceh, Diaz Furqan, mengatakan jika pemenang tender konsumsi untuk semua aktivitas berasal dari Jakarta. Sementara penunjukkan mutlak dilakukan oleh PB PON.

Menurutnya, hal tersebut telah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa.

Dia menyebutkan alasan tidak memilih vendor dari kabupaten/kota di Aceh lantaran adanya persyaratan khusus dan juga pengalaman dalam menyelenggarakan event besar. Selain itu kata Diaz, penyedia jasa katering dari kabupaten/kota di Aceh tidak mendaftarkan diri ke LPSE.

“Pengadaan barang dan jasa dalam laman LPSE. Jadi dalam LPSE yang memenuhi persyaratan perusahaan ini, kita harus lihat dari segi harganya mana yang memenuhi,” kata Diaz dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (12/9).

Meski vendor konsumsi tersebut berasal dari Jakarta, Diaz mengatakan pengolahan makanan tetap dilakukan di Banda Aceh. Menurutnya, Tim PB PON juga telah melakukan koordinasi setiap harinya kepada Liaison Officer (LO) konsumsi terkait makanan para atlet.

“Walaupun anggaran full Rp42 miliar lebih, tidak berarti kita membayar sebesar itu. Semua disesuaikan dengan kondisi lapangan. Kita tidak serta merta membayar penuh,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Konsumsi PB PON wilayah Aceh, Diaz Furqan, turut memaparkan adanya kesalahan komunikasi yang menyebabkan keterlambatan pengantaran konsumsi kepada atlet. Puncak permasalahan tersebut menurutnya terjadi pada 7-9 September 2024. 

"Keterlambatan yang agak fatal terjadi adalah pada tanggal 7 dan 8 (September)," kata Diaz.

Menurutnya saat itu liaison officer (LO) yang bertugas mengorder makanan belum bekerja untuk mendampingi kontingen-kontingen atlet, yang belum sepenuhnya tiba di Banda Aceh. Selain itu, kata Diaz, pada 7-8 September juga terdapat beberapa atlet yang sesuai ketentuan belum mendapat jatah pelayanan dari bidang konsumsi PON.

"Kita melayani mereka di H-3 dan H+2. Jadi karena fokus mereka untuk datang kemari adalah untuk mengikuti open ceremony, sehingga berimbas kepada pelayanan konsumsi kita. Jadi seolah-olah khalayak ramai melihat bahwa kita tidak melayani makan para atlet," ungkap Diaz.

Pernyataan tersebut disampaikan Diaz guna merespons kabar tentang pelayanan makanan untuk atlet PON Aceh-Sumut yang terlambat.

Dalam konferensi pers tersebut hadir juga Auditor Ahli Madya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Jufridani, yang menyebut pihaknya 

saat ini masih memonitoring dan mengevaluasi informasi terkait pelayanan di bidang konsumsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Apalagi terkait menu makanan atlet dalam PON kali ini sudah viral.

“Masalah ini memang sudah sangat viral, ini bukan sesuatu yang perlu ditutup-tutupi. Saat ini kita sedang memotret dan mengumpulkan informasi kondisi di lapangan,” kata Auditor Ahli Madya BPKP Aceh, Jufridani, dalam konferensi pers terkait pelayanan konsumsi oleh PB PON XXI wilayah Aceh, Kamis (12/9).

Pengumpulan informasi tersebut dilakukan untuk mengkaji kelayakan menu makanan atlet. Dia juga meminta tim yang ada di lapangan untuk melaporkan hal berkaitan dengan menu para atlet tersebut.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...