Kubu Ganjar dan Prabowo Akan Untung Jika Dapat Dukungan Demokrat
Foto: Dok. IstimewaBanda Aceh – Pengamat politik Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, menyebutkan kubu calon presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bakal memperoleh keuntungan pada Pilpres 2024 mendatang apabila salah satunya berhasil mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat.
Menurut Kemal, Demokrat merupakan salah satu partai yang punya basis masa kuat dan akan berdampak positif terhadap elektabilitas koalisi apabila mampu menggaet Partai Berlambang Bintang Mercy itu.
"Ini menjadi keuntungan yang terbuka lebar kepada Prabowo dan Ganjar. Karena keduanya sama kuat tentang pilihan siapa yang akan dipilih oleh pak SBY," kata Kemal kepada HabaAceh.id, Selasa (5/9).
Kemal menilai, untuk bergabung dengan salah satu kubu tersebut dalam hal ini Demokrat tidak cukup hanya dengan membangun kesepahaman untuk bisa menang dalam Pilpres 2024 mendatang. Tetapi ada tantangan psikologis masa lalu yang harus segera diselesaikan.
Misalnya, kata dia, Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memiliki pengalaman traumatis terhadap SBY saat dia maju sebagai calon presiden pada 2004 silam.
Di sisi lain juga ada rivalitas antara SBY dan Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini berada di kubu Prabowo.
"Nah itu bisa juga menjadi bagian dari pilihan-pilihan siapa nanti akhirnya yang dipilih Demokrat melabuhkan pilihannya. Tentu saja pilihan yang harus dia pikirkan adalah kelompok mana yang memungkinkan menang dengan bergabungnya dia," ujarnya.
Kendati demikian, Kemal melihat saat ini Partai Demokrat lebih memungkinkan bergabung bersama kubu Ganjar ketimbang kubunya Prabowo. Hal itu dapat dinilai dari hubungan komunikasi yang terbangun antara Ketua DPR RI, Puan Maharani dan AHY.
"Walaupun saya juga lihat perhitungan-perhitungannya agak panjang lagi untuk memasukan AHY sebagai cawapres," ucapnya.
Di samping itu, Kemal mengungkapkan, peta dari masing-masing koalisi saat ini semua ingin merebut suara yang ada di Pulau Jawa, khususnya Timur dan Jawa Tengah.
Sementara, yang dominan memiliki basis suara di daerah itu saat ini adalah PDIP dan Nahdlatul Ulama (NU). Khusus untuk NU memiliki banyak kandidat cawapres, bukan hanya Muhaimin Iskandar saja.
"Yang lain juga punya kemungkinan untuk merepresentasikan dari suara NU. Karena kemenangan dalam Pilpres ini adalah bagaimana merebut suara di Jawa. Terutama Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat," pungkasnya.










Komentar