Hari Pencoblosan di Aceh Tamiang Hujan Deras, Warga Datang ke TPS Pakai Payung
Foto: Dede Harison/HabaAceh.idKarang Baru - Hampir seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang diguyur hujan pada hari pencoblosan Pemilu 2024. Hujan turun di waktu pagi saat warga akan datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya, Rabu (14/2).
Dari pantauan HabaAceh.id di lapangan, sejumlah TPS Desa Kebun Tanah Terban yang dipusatkan di Masjid Nurhasanah, ramai antrean pemilih. Meski hujan, tapi tak menyurutkan antusiasme warga datang ke TPS pakai payung.
Ansaruddin (54) bersama istrinya rela kehujanan demi bisa memilih di TPS II Desa Perkebunan Tanah Terban. Pasutri ini datang ke TPS pukul 10.40 WIB. Mereka disambut ramah oleh petugas KPPS dan duduk menunggu giliran nyoblos.
"Iya hujan dari pagi, pas agak reda kami baru keluar ke TPS," kata pria yang akrab disapa Aan itu.
Sementara di sejumlah TPS, di wilayah Karang Baru, juga terpantau padat. Rata-rata TPS buka pada pukul 07.00 WIB sesuai aturan dari penyelengara pemilu. Di tengah hujan lebat warga naik sepeda motor dan jalan kaki menuju TPS demi dapat mengikuti pesta demokrasi.
Datok Penghulu (Kepala Desa) Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Syariful Alam mengatakan, jumlah TPS di desanya ada empat semuanya dipusatkan di Taman RTH depan RSUD Aceh Tamiang. Dia menyatakan jelang penutupan sampai pukul 12.00 WIB proses pemilihan di TPS-TPS aman tidak ada kendala teknis yang dihadapi.
"Alhamdulillah, walaupun hujan kendala cuaca, warga tetap datang nyoblos. Ini menandakan angka pemilih golput bisa nihil di Kampung Kesehatan," ujar Syariful.
Temuan Panwaslih
Sementara faktor cuaca hujan, Panwaslih Aceh Tamiang mendapat beragam laporan kendala dari anggota pengawas tingkat desa dan kecamatan.
"Laporan yang masuk ke Panwaslih saat berlangsung pemilihan seperti tenda bocor kena hujan, ukuran paku terlalu besar untuk kertas surat suara khusus caleg DPRK dan surat suara basah. Kondisi ini sedikit ada kerawanan bila kertas suara rusak dan basah tidak bisa digunakan lagi," ujar Imran.
Selain itu, menurut Imran, surat suara basah kehujanan terjadi di TPS Desa Gedung Biara, Seruway dan TPS 2 Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda. Satu kotak suara bahkan dilaporkan rusak di TPS 2 Desa Pengidam, Bandar Pusaka, akibat jatuh dari truk saat pendistribusian logistik.
"Karena jatuh dari truk, kemudian isinya (surat suara) dipindahkan ke kotak cadangan. Ada juga laporan masuk ke kami, ada beberapa saksi terlambat datang ke TPS tidak dikasih masuk oleh panitia," katanya.








Komentar