Diduga Dibohongi Oknum Caleg, Puluhan Warga Mengadu ke Panwaslih Aceh Tamiang

Diduga Dibohongi Oknum Caleg, Puluhan Warga Mengadu ke Panwaslih Aceh TamiangFoto: Tangkapan Layar Video Warga
Warga dari berbagai desa mendatangi kantor Panwaslih Aceh Tamiang mencari solusi agar dikembalikan biaya mereka yang diduga telah dibohongi salah satu oknum caleg DPRK Aceh Tamiang jelang pemilu, Rabu (14/2) dini hari.

Karang Baru - Kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Tamiang di kawasan Desa Kesehatan, Karang Baru, mendadak ramai didatangi puluhan warga yang mengaku dari tim sukses salah satu caleg DPRK kabupaten setempat. 

Informasi diperoleh HabaAceh.id, warga tiba di Sekretariat Panwaslih Aceh Tamiang pada Selasa (13/2) malam sekitar pukul 23.55 WIB menggunakan sepeda motor. Warga protes karena menjelang detik-detik pencoblosan ke TPS jerih payah mereka tidak dihargai.

Salah seorang warga mengaku, merasa kecewa dengan caleg yang didukung karena dianggap telah ingkar janji politik. Katanya, mereka juga belum menerima mandat jadi saksi caleg seperti pernah dijanjikan.

"Iya bang (datangi Panwaslih), warga merasa ketipu karena gaji mereka tidak dibayar infonya," kata seorang warga tersebut kepada HabaAceh.id, Rabu (14/2) pagi.

Dalam video yang beredar dilihat HabaAceh.id, menjelang Rabu dini hari sekelompok warga dari berbagai desa itu masih bertahan di halaman kantor Panwaslih. Puluhan warga itu didominasi ibu rumah tangga (IRT) dan bapak-bapak.

"Warga semua masih berkumpul menuntut kepada caleg FMM untuk kembalikan KTP yang sudah dikumpulka untuk dia yang dijanjikan mau dikasih uang," ujarnya.

Setelah berada di sana hingga larut malam, perwakilan warga diterima masuk oleh komisioner Panwaslih Aceh Tamiang. Di dalam ruang rapat, mereka melepaskan unek-unek kekesalan terhadap caleg dari parpol nasional tersebut.

Ketua Panwaslih Aceh Tamiang, Imran, membenarkan kantor Panwaslih digeruduk warga atau tim sukses dari salah satu caleg tersebut.

"Betul ada warga lapor. Panjang ceritanya. Mereka mengadu kecewa tak dibayar sudah capek menyuksukseskan caleg FMM," kata Imran saat dikonfirmasi.

Menurut Imran, jumlah warga yang datang ke Panwaslih puluhan orang, mereka berasal dari berbagai desa di antaranya Banai, Kampung Banjir Desa Bundar dan Sekerak.

"Yang kita terima lima orang perwakilan sampai pukul 00.30 WIB masih kami terima itu," sebutnya.

Terkait insiden warga kecewa dengan oknum caleg ini, Panwaslih Aceh Tamiang menegaskan, sedang mengkaji masuk ke unsur pelanggaran apa dan sembari menunggu laporan resmi.

Setelah bubar dari kantor Panwaslih, warga juga mendatangi Mapolres Aceh Tamiang untuk mengadukan dugaan penipuan oknum caleg yang bersangkutan.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...