Debit Air Krueng Keuruto Naik, Warga Aceh Utara Diminta Waspada Banjir

"Kami imbau mari waspada. Selain itu, kita minta camat meng-update banjir di kawasannya masing-masing. Sehingga kita mudah koordinasi penanganannya," kata Mulyadi.

Aceh Utara – Tingginya intensitas curah hujan selama sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah, mengakibatkan empat Kecamatan dilanda banjir akibat tingginya debit air aliran sungai Krueng Jambo Aye, Krueng Arakundo, Krueng Keuruto dan Krueng Pase yang meluap.

Berdasarkan laporan diterima HabaAceh.id, Senin (7/11), empat Kecamatan dilanda banjir tersebut yaitu Kecamatan Langkahan, Matang Kuli, Tanah Luas dan Samudera. Di Kecamatan Langkahan terdapat dua gampong terendam banjir.

Banjir di Kecamatan Langkahan berdampak 382 jiwa di Gampong Buket Linteung, dan 324 jiwa di gampong Leubok Pusaka sehingga warga terpaksa mengungsi ke shelter yang dibangun BPBD Aceh Utara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Mulyadi, mengatakan banjir di Kecamatan Langkahan akibat meningkatnya debit air sungai Arakundo hingga meluap ke pemukiman warga pada Jumat 4 November 2022 lalu.

Akibatnya, puluhan rumah di Gampong Buket Linteung dan Gampong Leubok Pusaka terendam banjir dengan ketinggian air mencapai mencapai 30-80 centimeter.

"Kondisi saat ini air dikawasan itu sudah mulai surut dan para pengungsi sudah mulai pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur akibat banjir,"kata Mulyadi.

Meskipun air sudah mulai surut, kata Mulyadi, tenaga medis dari Dinkes Kesehatan Aceh Utara dan Puskesmas Langkahan masih mendirikan posko kesehatan yang bertempat didua Gampong tersebut. 

Selain itu, banjir di Kecamatan Matangkuli akibat luapan air Krueng (Sungai) Keuruto dan dan Krueng Pase sehingga mengakibatkan 15 Gampong terendam banjir yakni , Gampong Pirak, Siren, Meunye Pirak, Tanjong Haji Muda, Ceubrek Pirak, Lawang pirak, Alue Tho, Hagu, Punti Matangkuli, Tumpok Barat, Alue Euntok, Parang Sikureung, Gampong meuria, Tanjong Tgk Ali dan Gampong Teungoh Seuleumak,

Dia menyebutkan sebagian jalan dalam kecamatan Matangkuli tidak bisa dilewati dikarena ketinggian air kurang lebih 70-120 centimeter. Bahkan hingga saat ini Debit Air sedang naik.

Sementara, banjir di Kecamatan Tanah Luas meredamkan empat desa dengan ketinggian air mencapai 40 centimeter. Empat Gampong terendam banjir yakni Gampong Rayeuk Kuta, Serbajaman Baroh, Tanjong Mesjid dan Gampong Blang. 

Selain itu, banjir landa di Kecamatan Samudera diakibatkan tanggul sungai Krueng Pase di Gampomg Krueng Baro Langgahan, Kecamatan Samudera terkikis akibat arus air sangat deras, sehingga tiga Gampong terendam banjir yakni Gampong Krueng Baro Langgahan, Teupin Beulangan dan Gampong Teupin Ara.

"Belum ada pengungsi di Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas dan Samudera. Warga masih bertahan di rumah masing-masing ,"kata Mulyadi.

Dia meminta warga di kawasan pinggiran sungai diminta untuk bersiap untuk menghadapi banjir.

"Kami imbau mari waspada. Selain itu, kita minta camat meng-update banjir di kawasannya masing-masing. Sehingga kita mudah koordinasi penanganannya," terang Mulyadi. (Mulyadi Alwi)