Bulog Ungkap Dampak El Nino Jadi Faktor Harga Beras di Aceh Mahal

Petugas memeriksa stok beras di Gudang Perum Bulog Aceh. (Foto: Rianza/HabaAceh.id)

Banda Aceh - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Aceh menyatakan panjangnya musim kemarau akibat fenomena iklim El Nino berdampak kepada naiknya harga beras di seluruh kabupaten/kota di Aceh. 

“Kalau kita lihat kondisi sekarang memang bukan lagi masa panen, terus ditambah lagi dengan El Nino atau kemarau yang berkepanjangan di beberapa daerah sentra-sentra produksi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Pemimpin Kanwil Bulog Aceh, Hafizsyah kepada HabaAceh.id, Rabu (13/9). 

Hafiz menyampaikan, saat ini pemerintah melalui Perum Bulog terus menggelontorkan bantuan pangan serta melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) guna mengantisipasi mahalnya harga beras di masyarakat. 

“Harga berasnya itu digudang Rp 10.250, terus dijual ke konsumen dengan harga Rp 11.500 per kilogram,” ujarnya.

Selain itu, Bulog saat ini juga bekerja sama dengan 500 pengecer beras dan ritel-ritel modern di Aceh untuk mendistribusikan beras ke masyarakat atau konsumen. 

Bahkan, seiring waktu jumlah pengecer beras tersebut akan terus ditambah dengan tujuan agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Itu (beras dengan kemasan SPHP) harga jualnya maksimal Rp 57.500 per lima kilogram,” ucapanya.

Hafiz menyebut, pemerintah setiap bulannya  juga sudah menyalurkan bantuan pangan kepada 517 ribu masyarakat Keluarga Peneriman Manfaat (KPM). 

“Jadi kurang lebih 5.000 ton tiap bulan kita gelontorkan selama bulan September, Oktober dan November,” sebutnya. 

Di samping itu, Hafiz mengungkapkan, saat ini stok beras yang ada di gudang Perum Bulog Aceh sebanyak 20.000 ton. Sedangkan untuk kebutuhan program bantuan pangan, Bulog masih membutuhkan sekitar 15.000 ton beras lagi. 

Menurutnya, dalam waktu dekat Bulog Aceh juga akan kedatangan beras dari luar negeri sekitar 6.800 ton. Bahkan jumlah tersebut masih ada kemungkinan mengalami penambahan. 

“Kalau stok menurut info dari kantor pusat akan bertambah lagi dari luar negeri kurang lebih ada sekitar 13.000 an ton lagi sampai akhir tahun, mudah-mudahan ditambah lagi nanti,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hafiz memprediksi harga beras di Aceh biasanya akan mengalami penurunan saat musim panen raya tiba. Untuk itu, dia berharap melalui program penggelontoran beras bantuan bisa meminimalisir melonjaknya harga beras.

“Mudah-mudahan dengan bantuan itu juga bisa menekan inflasi yang terjadi,” pungkasnya.

Editor: Zuhri Noviandi