Arus Mudik di Perbatasan Aceh-Sumut Masih Lengang
Foto: Dede Harison/HabaAceh.idKarang Baru - Arus mudik lebaran Idulfitri 1445 Hijriah/2024 di perbatasan Aceh-Sumatera Utara (Sumut) terpantau masih lengang. Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tamiang memprediksi puncak arus mudik baru terjadi pada H-2 hingga H-1.
"Sekarang H-5 sudah mulai memang, tapi belum sampai titik puncak. Puncak arus mudik perhitungan kami pada H-1," kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, kepada HabaAceh.id, Jumat (5/4).
Syuibun memperkirakan, pada hari Minggu (7/4) nanti volume kendaraan arus mudik dari Sumatera Utara ke Aceh baru mulai terlihat. Prediksi tersebut, kata dia dilatarbelakangi karena biasanya pemudik yang menggunakan angkutan umum maupun mobil pribadi, baru masuk ke Aceh setelah dua atau tiga hari perjalanan darat jika berangkat dari Jakarta.
"Jadi perhitungan kita sekitar itu, H-1 nanti puncaknya (mudik). Kalau gelombang mudik dari Aceh ke Medan tidak terlalu besar, cenderung normal," ujar Syuibun.
Saat ini lanjut Kadishub ini, Polres Aceh Tamiang telah membuat dua unit posko lebaran dengan melibatkan instansi terkait. Pos lebaran di Aceh Tamiang yang sudah beroperasi terdapat di depan Terminal Terpadu Tipe B Kota Kuala Simpang dan di depan SPBU Seumadam menjangkau perbatasan Aceh-Sumut.
Sementara terkait jumlah data kendaraan pemudik yang masuk maupun keluar Aceh, ujar Syuibun sejauh ini belum dilakukan pendataan. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan petugas Dishub Provinsi Aceh yang diperbantukan di pos lebaran Aceh Tamiang.
"Data kendaraan nanti akan ada. Dishub Aceh juga menempatkan personelnya di pos Terminal Kuala Simpang sekitar tiga orang untuk kita saling koordinasi," sebutnya.
Menurutnya arus pemudik di lebaran tahun ini akan jauh meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya, karena dinilai kondisi pasca Covid-19 sudah normal dan roda perekonomian masyarakat juga sudah membaik.
"Kalau kita lihat dari pernyataan kepolisian maupun Kementerian Perhubungan, tahun ini mudik terbesar, karena kan, kondisi sudah normal, ekonomi masyarakat juga dianggap normal bisa mudik lebaran," papar Syuibun Anwar.
Dia menambahkan, untuk titik rawan jalur mudik di wilayah Aceh Tamiang juga sudah dibahas dalam rapat Forkopimda jelang lebaran Idulfitri 1445 H. Menurutnya ada satu titik ruas jalan rawan longsor jika turun hujan, yaitu di perbukitan Desa Seumadam, tak jauh dari gerbang perbatasan Aceh-Sumut.
"Ada satu titik rawan longsor di kawasan Bukit Seumadam, tapi saat ini kita diuntungkan karena musim kemarau tidak ada hujan," pungkas Syuibun.
Dua Pos Pengamanan-Pelayanan
Sementara itu, Polres Aceh Tamiang telah menyiapkan dua pos jelang mudik lebaran Idulfitri 1445 H sekaligus rest area. Pemudik diimbau memanfaatkan fasilitas pos ini untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muhammad Yanis mengatakan, kedua pos ini terletak di Terminal Kota Kuala Simpang yang berfungsi sebagai pos pelayanan dan pos di SPBU Seumadam sebagai pos pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2024.
Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tamiang, Dewi Yanis, dan Kabag OPS AKP Abdul Hamid, secara khusus sudah meninjau kedua pos tersebut untuk memastikan kesiapan petugas menyambut arus mudik.
"Di masing-masing pos disediakan fasilitas istirahat bagi pengendara yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh," katanya.
Pemeriksaan pos lebaran meliputi beberapa item, di antaranya sikap petugas, administrasi, kelengkapan dan perlengkapan pendukung lapangan. Kapolres juga mengimbau agar pemudik memerhatikan beberapa aspek sebelum menempuh perjalanan jauh.
"Aspek stamina, kendaraan dan kelengkapan dokumen perjalanan harus diperhatikan penudik. Karena kelalaian kecil dalam perjalanan bisa berdampak besar bila tidak dicegah," sebut Yanis.









Komentar