256 Etnis Rohingya di Lapang Barat Dipindahkan ke Bekas Gedung Imigrasi Lhokseumawe
Foto: Mulyadi/HabaAceh.idBireuen - Sebanyak 256 warga Rohingya yang sempat ditampung sementara di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Bireuen, kini sudah dipindahkan ke bekas gedung Imigrasi Lhokseumawe.
Pantauan HabaAceh.id di lokasi, Selasa (21/11) malam, para etnis Rohingya itu diangkut menggunakan tiga truk dan tiga bus sekolah.
Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan mengatakan, pemindahan etnis Rohingya itu berdasarkan rapat koordinasi bersama Kemenkopolhukam, Pemerintah Aceh, wali kota dan bupati yang menerima pengungsi.
"Berdasarkan hasil koordinasi itu, pengungsi Rohingya ini ditempatkan sementara di bekas gedung Imigrasi Lhokseumawe dengan jangka waktu selama tiga bulan," katanya.
Selain itu, Aulia menyebutkan, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan 36 pengungsi yang kini ada di Gedung SKB Bireuen. Jika memungkinkan, ke-36 warga Rohingya itu akan disatukan dengan rekan-rekannya di Gedung Imigrasi Lhokseumawe.
"Jika kemungkinan dapat dipindahkan dan disatukan dengan pengungsi ini, kita akan lakukan pemindahan segera. Untuk sekarang 36 etnis Rohingya masih berada di gedung SKB sambil menunggu keputusan lebih lanjut," katanya.
Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko, mengatakan personil kepolisian bersama TNI akan mengamankan proses pemindahan ratusan warga Rohingya dari TPI Lapang Barat ke bekas kantor imigrasi Lhokseumawe.
"Dari pertama pendaratan hingga ditampung sementara di TPI Lapang Barat, petugas dari TNI/Polri selalu melakukan pengamanan hingga mereka dipindahkan," katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Inf Ade Munandar, mengklarifikasi penolakan warga Jangka terhadap kedatangan Rohingya. Menurutnya warga hanya mengingat prilaku pengungsi Rohingya sebelumnya.
Di sisi lain, dia berharap agar tidak ada lagi warga Rohingya yang mendarat di Aceh di masa mendatang. Letkol Inf Ade juga menegaskan agar institusi pemerintah dapat siaga agar kapal yang membawa etnis Rohingya tidak lagi merapat ataupun berlabuh di perairan Aceh.
Menurutnya Kodim 0111/Bireuen juga sigap mengamankan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya Aceh, di wilayah tugas selama ini.
"Untuk pengamanan selama ini tidak henti. Selain menjaga masyarakat, juga menjaga para pengungsi," pungkas Ade.










Komentar